Warga Kediri Berbangga Bandara Udara Dhoho Resmi Beroperasi

BANDAR UDARA DHOHO KEDIRI RESMI BEROPERASI, PADA JUMAT (05-04-2024)
banner 120x600

Reporter  : Satriya – SRN

Sumber    : Info Penerbangan

SRN/KEDIRI-JAWA TIMUR/06-04-2024 – Warga Kediri berbangga karena Bandar Udara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur resmi beroperasi mulai hari  Jumat (05/04).

Resminya Bandar Udara kebanggaan Warga Kediri ini, ditandai dengan kedatangan penumpang dari Jakarta tepat pada pukul 09.40 WIB, sesuai jadwal. Tradisi Water Salute menyambut kedatangan pesawat tersebut.

Pesawat dengan kode penerbangan QG 752 itu terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta. Pesawat mendarat di Kediri pada pukul 09.40 WIB.

Sebagai informasi, Water Salute merupakan tradisi penyambutan pesawat yang mendarat untuk pertama kalinya di sebuah bandara baru. Atau penghormatan untuk mereka yang hendak melakukan penerbangan terakhir.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan sangat bangga dengan pendaratan pertama Maskapai Citilink di Dhoho Kediri.

“Saya bangga, mungkin 20 atau 30 tahun yang lalu membuka bandara di Kediri masih berupa mimpi, tapi pada hari Jumat (05/04) mimpi itu menjadi nyata, berkat PT Surya Dhoho,” kata Hanindhito.

Anda sudah tahu, Bandara Dhoho dibangun dengan Skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan dilakukan oleh anak Perusahaan PT Gudang Garam, yaitu PT Surya Dhoho Investama.

Bandar Udara yang telah menghabiskan dana Rp 13 Triliun itu, memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 Meter dan lebar 45 Meter. Terminal penumpang Bandara Dhoho ini diperkirakan bisa menampung hingga 1,5 juta penumpang pada tahap awal.

Meski murni dibangun dengan dana Perusahaan Swasta, Bandar Udara ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Angkasa Pura Airports, yang memiliki peran untuk mengoperasikan bandara, sedangkan PT SDHI selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) sekaligus Pemilik Aset berperan untuk mengelola Bandar Udara.

Bandar Udara ini memiliki panjang Runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 60 Meter, Apron Commercial berukuran 548 x 141 Meter, Apron VIP berukuran 221 x 97 Meter, 4 Taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 Meter persegi.

Selain itu, kehadiran Bandar Udara ini diharapkan dapat melancarkan konektivitas antar Wilayah khususnya di Jawa Timur bagian Selatan, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru, pariwisata, dan perdagangan. Selain itu, bandara ini juga diharapkan dapat melayani Penerbangan Haji dan Umroh.

Ketika Bandar Udara Dhoho Kediri selesai dibangun, Pemerintah merencanakan untuk membuka Penerbangan Umrah, sehingga beberapa Wilayah di Jawa Timur tidak perlu pergi jauh ke Surabaya dan Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.