Maskapai Buka Suara Mengenai  Penumpang Citilink Merokok di Pesawat

VIRAL PENUMPANG CITILINK MEROKOK DI PESAWAT, MASKAPAI BUKA SUARA
banner 120x600

Reporter   : Satriya –SRN

Sumber     : Info Penerbangan

SRN/JAKARTA/22-11-2023 – Penumpang Maskapai Penerbangan Citilink, kedap air merokok di dalam Pesawat. Hal itu terjadi pada Penerbangan QG 949 rute Batam-Surabaya, pada Sabtu (18/11).

Haza Ibnu Rasyad, Head of Corporate Secretary Division Citilink Indonesia, membenarkan kejadian tersebut terjadi pada salah satu penerbangan yang dioperasikan Perusahaan. Dia menjelaskan, penumpang merokok tersebut terjadi pada Sabtu (18/11) lalu dalam Penerbangan Citilink nomor QG 949 dengan rute Batam-Surabaya.

“Sehubungan dengan adanya Informasi yang beredar mengenai penumpang yang merokok di dalam Pesawat, dengan ini kami dapat sampaikan bahwa hal tersebut benar terjadi,” katanya dalam keterangan resmi Perusahaan, Selasa (21/11).

Dia menjelaskan, atas kejadian penumpang yang bersangkutan telah diserahkan kepada Petugas Keamanan Penerbangan di Darat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penumpang yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya dengan telah merokok di Kamar Kecil atau Toilet Pesawat.

Ibnu menuturkan, sambil mengapresiasi petugas udara maupun darat yang telah dengan sigap menangani kejadian ini.

Dia mengatakan, Perusahaan selalu mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan dalam seluruh kegiatan Penerbangannya “Kami selalu selalu mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan Penerbangan agar seluruh penerbangan dapat berjalan secara optimal,” kata Ibnu.

Larangan merokok di Pesawat sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Undang-undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009.

Foto Ilustrasi

Berdasarkan Pasal 412 ayat 6 UU tersebut, penumpang yang merokok di dalam Pesawat dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp 2,5 miliar atau penjara maksimal 5 tahun. Ketentuan ini berlaku baik itu rokok konvensional maupun rokok elektrik.

Sanksi itu dikenakan karena merokok masuk kategori hal yang dapat membahayakan penerbangan. Pernyataan di UU tersebut:

Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan:

A. Perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan;

B. Pelanggaran tata tertib dalam penerbangan;

C. Pengambilan atau pengrusakan peralatan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan;

D. Perbuatan asusila;

E. Perbuatan yang mengganggu ketenteraman; atau

F. Pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.