JANGAN DATANG URBANISASI KE SURABAYA BILA TIDAK PUNYA KETERAMPILAN KERJA

JANGAN DATANG URBANISASI KE SURABAYA BILA TIDAK PUNYA KETERAMPILAN KERJA
banner 120x600

Reporter  : Satriya-SRN

Sumber    : Humas Kota Surabaya

SRN/SURABAYA/30-04-2023 – Sebagai kota besar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi salah satu tujuan urbanisasi masyarakat dari daerah. Mereka yang datang pun memiliki beragam maksud dan tujuan. Ada yang bertujuan mengenyam pendidikan, berobat di rumah sakit hingga mencari lapangan pekerjaan.

 Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Achmad Zaini mengatakan, fenomena urbanisasi pasca Lebaran biasa terjadi untuk mencari kerja. Namun demikian, ia juga mengimbau kepada warga yang tidak memiliki keterampilan supaya tidak datang mencari kerja di Surabaya.

“Mencari pekerjaan dan tenaga kerja di Surabaya apa saja ada, lowongan juga tersedia. Tapi saya mengimbau (warga Surabaya) jangan membawa saudaranya dari desa, apalagi kalau tidak cakap dan terampil bisa kalah dengan warga Surabaya,” kata Achmad Zaini, Sabtu (29/ 04).

Menurut Zaini, sebenarnya lowongan pekerjaan atau peluang usaha itu tidak hanya ada di kota besar seperti Surabaya. Namun di daerah asal warga tersebut tinggal, sebenarnya juga banyak tersedia. “Saya mengimbau jangan membawa (saudaranya) dari desa, karena di tempat asal sebetulnya masih banyak peluang, pasti ada peluang,” pesan dia.

Zaini menjelaskan, bahwa di Kota Surabaya terdapat dua kesempatan kerja. Kedua kesempatan itu adalah peluang usaha dan lapangan kerja. Peluang usaha itu seperti di antaranya telah digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui program padat karya.

“Kalau usaha seperti yang dilakukan pemkot dan diteladani Pak Wali Kota, ada padat karya. Usahanya banyak, ada laundry, cuci mobil, menjahit dan sebagainya. Tapi jangan salah kalau (saudara) yang dibawa dari desa bisa jadi belum terlilit, karena warga Surabaya sudah sungguh dengan terampil,” ujarnya.

Selain peluang usaha, Zaini menyebut, kesempatan kerja di Kota Surabaya juga terbuka lebar. Apalagi perusahaan yang tersedia di Surabaya jumlahnya mencapai 10 ribu lebih. permintaan perusahaan itu pun menawarkan beragam jenis pekerjaan, mulai dari Human Resource Development (HRD), tekstil hingga pekerja kasar.

“Itu semua sudah kita siapkan khusus Arek Suroboyo. Kemudian kita sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2023 bahwa perusahan di Surabaya sudah tidak dikunci memprioritaskan warga Surabaya, khususnya warga sekitar,” jelasnya.

Untuk bisa bersaing mendapatkan pekerjaan di bidang tertentu, tentunya dibutuhkan keterampilan dan keahlian. Makanya, pemkot menyiapkan pelatihan sesuai bakat dan minat warga Kota Surabaya. Bahkan, Disperinaker telah menyediakan ASSIK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) sebuah aplikasi berbasis website link and match yang menemukan pencari kerja dan perusahaan yang mencari karyawan.

“Penduduk Surabaya sudah siap siaga, ada ASSIK. Artinya arek Surabaya memancing sesuai keahlian dan minatnya. Seperti anak itu keahliannya ngelas, jangan membahayakan toksisitas, maka minatnya apa yang meminimalkan sesuai minat dan dicarikan pekerjaan,” katanya.

Menurutnya, pembekalan keterampilan dan keahlian yang diberikan pemkot kepada warganya, tentu akan lebih menantang masyarakat dari daerah yang ingin mencari kerja di Surabaya. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga di daerah agar tidak datang mencari kerja ke Surabaya apabila tidak memiliki keahlian.

“Mal semuanya juga sudah MoU (Memorandum Of Understanding ) dengan kita (pemkot) bahwa minimal 50 persen (pekerja) itu warga Surabaya termasuk tenant dan hotel. Kemudian di hotel juga, sandal di hotel digarap (dikerjakan) anak Surabaya, termasuk sepatu, handuk , laundry,” paparnya.

Oleh karena itu, Zaini kembali mengingatkan kepada warga dari daerah yang tidak memiliki keterampilan kerja, agar tidak datang ke Kota Surabaya. Apalagi warga Kota Surabaya sendiri sudah dibekali keterampilan oleh pemkot dan siap untuk bekerja.

“Kalau tidak ada keterampilan jangan berani masuk Surabaya, karena Arek Surabaya sudah siap kerja. Di wilayah panjenengan (anda) pasti ada pekerjaan yang belum dikelola, yang Insya Allah akan menghasilkan keuangan yang mencukupi kebutuhan anda dan keluarga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.