DUNIA YANG HILANG DITEMUKAN DI WILAYAH RI

Dalam foto yang diambil 14 September 2009 ini, para pekerja bekerja di lokasi penggalian gua Liang Bua tempat ditemukannya sisa-sisa Homo floresiensis di Ruteng, pulau Flores, Indonesia. (AP/Achmad Ibrahim) Foto: Dalam foto yang diambil 14 September 2009 ini, para pekerja bekerja di lokasi penggalian gua Liang Bua tempat ditemukannya sisa-sisa Homo floresiensis di Ruteng, pulau Flores, Indonesia. (AP/Achmad Ibrahim)

SRN/SUMBA/11-03-2023  – Negara Indonesia memiliki  berbagai ragam Budaya Bangsanya, dan masih pula menyimpan banyak misteri yang belum terungkap di Negara kita ini, banyak peninggalan peninggalan Sejarah yang belum terungkap. Salah satu Wilayah di Indonesia, disebut sebagai dunia yang hilang. Wilayah tersebut adalah Sumba, yang membuat membuat para ilmuwan Luar dan Dalam  penasaran.

Pada Ribuan tahun lalu, Sumba ternyata menjadi salah satu  rumah bagi berbagai jenis hewan yang sebagian besar telah punah. Antara lain gajah mini, tikus dan kadal raksasa, serta spesies komodo.

Hal ini diungkap pada laporan dalam buku berjudul ‘Proceedings of the Royal Society B’. Laporan itu merujuk pada penemuan fosil akan hewan-hewan tersebut.

Selain itu, ada juga fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores. Hal ini memancing asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.

Laporan menyebut fosil beragam spesies tersebut hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, dikutip dari Mongabay, pada Senin (06/03).

Dari Ekspedisi ini untuk meneliti hewan-hewan punah berlangsung mulai dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).

Mereka mengoleksi berbagai fosil dari Sumba, sebagai bagian dari Kepulauan yang dulu dinamai ‘Wallacea’. Area ini berasal dari Biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan Wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.

Wilayah di dalam Wallacea termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea mendulang popularitas pada 2004, ketika kelompok arkeologi mengumbar fosil makhluk punah yang dinamai ‘hobbit’ atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba.

Hingga kini, riset tentang Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei soal fosil dan kehidupan liar di sana belum terlalu banyak dilakukan.

“Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.

Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.

“Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern,” kata Turvey.

Reporter  : UchiGK

Sumber    : CNBC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.