PEMERINTAH MANGGARAI BARAT MISKIN JALAN KELUAR MASUK PELABUHAN WAE KELAMBU SWADAYA PENGUSAHA EKSPEDISI

PEMERINTAH MANGGARAI BARAT MISKIN JALAN KELUAR MASUK PELABUHAN WAE KELAMBU SWADAYA PENGUSAHA EKSPEDISI
banner 120x600

SRN/MANGGARAI BARAT/06-02-2023 – Miris Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Edistasius Endi, SE melarang kendaraan logistik seperti truk besar, truk sedang, tronton dan kontainer yang keluar dan masuk dari pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu melewati ruas Jalan Menjerite-Ketentang dan ruas Jalan Menjerite-Theodor.

Akan tetapi kendaraan-kendaraan logistik tersebut akan dialihkan melalui ruas jalan Menjerite-Lancang. Aturan tersebut berlaku sejak (01/01) sesuai surat Bupati nomor 500.11/59/1/2023.

Hal ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena adanya keluhan laporan dari warga Desa Batu Cermin, yang mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi terjadi kerusakan jalan.

Tentunya surat Bupati tersebut menuai polemik bagi pelaku usaha. Anjuran menggunakan akses utama terkendala jalanan yang tidak layak dilewati dan bisa memakan korban material dan immateriil. Parahnya untuk melintasi Jalan pelabuhan Wae Kelambu, masih dibantu menggunakan alat berat.

Melihat jalan yang rusak, akhirnya timbul inisiatif dari pelayaran menuai hasil positif sehingga dari banyak pelaku usaha  patungan memperbaiki akses tersebut walaupun hanya sementara.

Menurut salah satu sopir ekspedisi yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, rusaknya jalan tersebut sampai hari ini tidak ada perhatian sedikitpun dari Pemkab untuk memperbaiki, malahan swadaya dari para pengusaha ekspedisi untuk memperbaiki jalan rusak.

Banyak Kendaraan Besar Terlihat Mengalami Kesulitan, apalagi Di Musim Hujan, Banyak terjebak Sampai Menggunakan Bantuan Alat Berat Untuk Mendorong Menghindari Kemacetan Jalan

“Ini jalan Negara tapi kita swasta yang perbaiki. Pemerintah tidak keluar sepeserpun dan tidak ada bantuan sama sekali. Untuk melihat saja tidak. Pernah saya WA kadis Perhubungan tapi sayang, cuman dibaca,” ungkapnya Senin (06/02).

Para sopir ekspedisi juga mengungkapkan, kerusakan jalan tersebut sudah sepantasnya mendapatkan perbaikan. Pasalnya, akses jalan itu sudah sangat sulit dilalui. Sehingga menyulitkan kendaraan untuk melewati. Sebab, jalan itu merupakan akses perekonomian masyarakat, maka dari itu pihaknya berharap agar Pemerintah secepatnya merealisasikan perbaikan kerusakan jalan.

“Kami berharap Pemerintah segera membangun jalan tersebut. Sebab, infrastruktur jalan merupakan salah satu penunjang peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Reporter : Maksimus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.