Budaya  

Warga Kota Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 65.946 Peserta Tari Remo Massal.

Surabaya Pecahkan Rekor MURI dengan 65.946 Peserta Tari Remo Massal.

SRN/SURABAYA/10-12-2022 – Kebanggaan kota Surabaya terwujud, bisa pecahkan Rekor MURI (Musium Rekor Dunia Indonesia) dengan menampilkan 65.946 peserta Tari Remo Budaya Kota Surabaya pada Minggu (18/12), pagi.

Tari Remo Massa yang serentak digelar di 10 titik kota Surabaya dan 392 Sekolahan SD sampai SMP se-Surabaya. 10 titik lokasi tempat bersejarah, di antaranya, Jembatan Suroboyo,  Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, Jalan Tunjungan, Jembatan Sawunggaling, Halaman Balai Kota, Alun-Alun Balai Pemuda Surabaya, Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman 10 November.

Satu diantaranya adalah Jembatan Suroboyo, Jembatan Yang berlokasi di Jalan Raya Pantai Lama, Kelurahan Kenjeran. Kecamatan Bulak, Surabaya sebagai Pusat Acara dan penyerahan Piagam MURI kepada Walikota Surabaya, Cak Eri.

Sejak pukul 05.30 WIB, ratusan peserta Tari Remo Massal sudah hadir, memenuhi sepanjang jembatan Suroboyo. Dengan Kaos warna putih, celana Hitam, selendang warna merah dan (Udeng) ikat kepala Merah putih serta sejumlah persiapan acara termasuk seperangkat alat musik gamelan pengiring tari Remo.

Wali Kota Surabaya Saat Menekan Sirine Tanda di Mulainya Festival Tari remo Massal

Saat Konfrensi Pers , Walikota Surabaya, Eri Cahyadi,  menyampaikan,  ” Kenapa giat Tari Remo ini dipilih tempat-tempat Bersejarah.  Karena Kita ingin menanamkan jiwa Kepahlawanan dari Tari Remo tadi dimasing-masing tempat Bersejarah. Bukan karna bajunya, melainkan Folosofi dari Tari Remo tersebut. Makna dari Tari Remo bisa masuk kedalam hati arek-arek Suroboyo. Bagaimana Jiwa seorang pejuang melawan penjajah dengan gagah beraninya ditunjukkan oleh Arek-arek Suroboyo dan harus tertanam didalam jiwanya.

Wali Kota Surabaya Cak Eri Saat di Wawancarai oleh Media SRN

‚ÄúSemoga Surabaya kedepan, memiliki pribadi yang kuat, memiliki karakter yang kuat, bisa menjaga budaya bangsa sendiri, meski budaya luar masuk ke kota Surabaya,  tetap Arek arek Suroboyo terutama generasi muda dapat mempertahankan Budaya bangsa kit, terutama budaya  Arek Suroboyo”, ungkap Cak Eri.

“Ucapan terima kasih pada semua para guru, para murid, para orang tua siswa, semua stick holder yang ada dikota Surabaya, Komunitas sanggar seni semuanya, dan Rekor MURI ini bukan untuk Pemkot Surabaya, tapi dipersembahkan untuk warga  Kota Surabaya. Yang sudah menjaga kekompakannya, yang sudah menjaga Budaya.” ucap beliau diakhir Konfrensi Pers . (So_praloyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.