Perjuangan Hayy Maahayaa untuk Desa Demi Hak Dan Kesejahteraan Wanita

Perjuangan Hayy Maahayaa untuk Desa Demi Hak Dan Kesejahteraan Wanita
banner 120x600

SRN/BANGKALAN/6-12-2022  – Jejak Berantai Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa saat ini menyisir wilayah pedesaan, tepatnya di Dusun Dangbigi, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan pada Ahad, (04/12).

Kegiatan yang mengusung tema Implementasi program pemberdayaan perempuan sebagai peningkatan kualitas masyarakat desa Mano’an , diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Dalam memperjuangkan kesejahteraan gender untuk meraih hak-hak perempuan serta memiliki nilai keberdayaan berdikari, seperti mengasah kemampuan dengan kemandirian.

Ahad diini Hayyu Maahayaati S.Sos, M.Sosio founder Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa mengatakan kegiatan goes to desa sudah lima kali digelar. Diantaranya  di Kabupaten Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Kediri, dan di Desa Maona’an Kokop Bangkalan. Acara yang hanya dikonsep dengan sederhana oleh tuan rumah itu, tanpak menarik perhatian wanita akrap disapa Hayy Maahayaa tersebut.

“Pertama yang membuat menarik saat menuju ke lokasi, ciri khas jalan desa memang betul-betul ala kadarnya. Kedua peserta sangat antusias untuk menerima materi dan bahkan sudah ada sebagian yang bisa membuat Ikon Desanya, Kalau tidak salah ‘Juang Bebini’ Mano’an’. Seandainya ada yang memfasilitasi dalam pengembangannya, pasti dengan kemauan masyarakatnya yang tinggi, di Desa Mano’an akan lebih maju lagi,” jelasnya.

Menurut Hayy Maahayaa untuk membangun sebuah desa, sebagai penggerak tidak semerta-merta langsung menyuruh masyarakat berkarya. Akan tetapi tugas terpenting yakni memberikan stimolus terhadap minat dan pola pikir kaum perempuan desa. Seperti halnya dalam peningkatan kualitas masyarakat Desa Mano’an, memberikan materi mengenai kesetaraan gender, feminisme dan materi semacam kekerasan pada perempuan.

“Itu merupakan tahapan awal dalam meningkatkan kualitas  sebuah penduduk yang ada di desa, dan bisa ditambahkan dengan pemahaman keberdayaan sebagai perempuan. Dengan materi itu belum cukup, akan tetapi harus tahu betapa pentingnya kemandirian seorang perempuan,”

 tutur wanita lulusan Magister Sosiologi di Universitas Airlangga angkatan tahun 2014  tersebut.

Sebagai kenang-kenang kepada masyarakat yang ada di desa tersebut, selain melaksanakan programnya dia juga memberikan pelatihan dan praktik pembuatan produk UMKM yang dikonsep dengan Lokal Karya. Hal itu bertujuan demi masyarakat desa khususnya bagi pemudi-pemudi yang berkeinginan berkembang, secara kualitas diri maupun ekonominya. Tidak cukup hanya praktik saja, melainkan berbagai door prize juga tersalurkan kepada ibu-ibu dan peserta yang lain, kala bisa menjawab pertanyaan dari materi yang disampaikan.

“Perempuan juga harus tahu jalannya tata kelola desa sendiri, Karena dengan aktifnya kelompok perempuan  sebagai aktor strategis pembangunan desa. Diharapkan dapat menggerakkan partisipasi warga secara keseluruhan, agar menjadi berdaya serta secara bersama dapat mengawal pembangunan Desa Mano’an,” katanya.

Dia menambahkan, perempuan tidak dapat dipungkiri sebagai salah satu elemen kunci dalam proses pemberdayaan itu sendiri. Sebab, mengembangkan inisiatif lokal berupa perkembangan keberanian dan rasa percaya diri masyarakat, perlu suntikan semangat yang lahir dari kaum hawa.

“Perempuan harus berdaya dan juga besuara baik itu sumbangsih pemikiran, pendapat, dan pengambilan keputusan yang termasuk memperjuangkan haknya”, ungkap tenaga pengajar SLB Putra Mandiri Sidoarjo ini.

Sebelum kegiatan tersebut berakhir Hayy Maahayaa menyimpulkan, seyogyanya semua bidang bisa digeluti oleh kaum perempuan. Hal itu terbukti sejauh ini perempuan sudah keikutsertaannya dalam proses  pengembangan kepribadian dan pembangunan desanya. Meski demikian perlu adanya komitmen untuk melibatkan perempuan dan memberikan kesempatan mereka untuk terus belajar dalam pengembangan bidang wirausaha.

“Setelah pelatihan lokal karya Bebini’ Mano’an selesai, harus ada dukungan dan pendorong dari segala elemen, baik dari keluarga terlebih dari Pemerintah desa. Agar kesuksesan ikut mengalir harus melalui kerjasama dari pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, dan seluruh pihak agar mampu mewujudkan segala harapan masing-masing penduduk desa,” pesannya.

Ma’ruf sekalu tuan rumah dalam pelaksanaan Lokal Karya Bebini’ Mano’an tersebut mengungkapan terima kasih terhadap fasilitator. Karena sudah merelakan waktunya jauh-jauh dari Kota Pasuruan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat di desanya. Ditambah lagi hal yang baru di bawa ke Desa Mano’an sangat disukai oleh peserta pada waktu itu, bahkan beberapa peserta sudah siap berkarya demi kemajuan ekonomi desa.

“Menerjang arus demi sebuah kesejahteraan perempaun yang dilakukan oleh Ahaddiini Hayyu Maahayaati, tidak lain adalah founder Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa. Kami warga Desa Mano’an sangat berterima kasih dan atas kerelaan tersebut, semoga yang maha diatas segala maha memberikan kelancaran dan keselamatan dalam menajalani hidupnya, Amin,” Tandasnya. ( Pujo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.