Jelang KTT G20 Presiden Biden dan Jinping Sepakat Atasi Perbedaan dan Hindari Konflik

Jelang KTT G20 Presiden Biden dan Jinping Sepakat Atasi Perbedaan dan Hindari Konflik
banner 120x600

SRN/BALI/15-11-2022 – Presiden China Xi Jinping tiba di Bali, Senin [14/10]. Kedatangan Jinping, langsung disambut Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dengan saling berjabat tangan dengan latar belakang bendera nasional AS dan China. Tak ada gurat ketegangan diantara kedua pemimpin negara adidaya tersebut.

Dalam pertemuan jelang KTT G20, Biden dan Jinping sepakat menekankan perlunya mengatasi perbedaan dan menghindari konflik.

Dilansir dari detikNews yang mengutip AFP dan CNN, Senin (14/11), pertemuan Biden dan Xi berlangsung menjelang KTT G20 yang digelar pada 15-16 November di Bali.

“Dunia telah tiba di persimpangan jalan,” ucap Xi Jinping dalam pernyataannya di awal pertemuan.

Pertemuan berlangsung cair tanpa ada ketegangan, Jinping menjanjikan pembicaraan yang ‘terus terang’ dan mendalam dengan Biden, terkait masalah-masalah yang memicu ketegangan di antara kedua negara, dengan perekonomian terbesar di dunia.

Jinping pun menyebut, bahwa dunia mengharapkan agar China dan Amerika Serikat dapat menangani hubungan itu dengan baik.

“Pertemuan kami telah menarik perhatian dunia, jadi kami perlu bekerja dengan semua negara untuk membawa lebih banyak harapan bagi perdamaian dunia, kepercayaan yang lebih besar pada stabilitas global dan dorongan kuat untuk pembangunan bersama,” demikian disampaikan Jinping melalui penerjemah.

Senada dengan Jinping, Biden menginginkan agar AS dan China mampu mengatasi perbedaan dan mencegah persaingan menjadi konflik. Dia meminta agar AS dan China bekerja sama dalam dalam menangani isu-isu global.

“Saya berkomitmen untuk menjaga saluran komunikasi tetap terbuka antara Anda dan saya secara pribadi, tapi pemerintahan kita secara menyeluruh, karena kedua negara kita memiliki begitu banyak hal sehingga kita memiliki peluang untuk menanganinya,” ujar Biden kepada Jinping di awal pertemuan.

“Sebagai pemimpin kedua negara kita berbagi tanggung jawab yang dalam pandangan saya, untuk menunjukkan bahwa China dan AS bisa mengatasi perbedaan kita, mencegah persaingan menjadi apa pun yang mendekati konflik dan menemukan jalan untuk bekerja bersama dalam isu-isu mendesak dan global yang membutuhkan kerja sama timbal balik kita,” ujarnya.

Pesan perdamaian dari Bali

Pertemuan Biden dan Xi Jinping yang berlangsung dalam suasana cair tanpa ada ketegangan tersebut, menyiratkan sebuah pesan untuk perdamaian dunia.

Dengan adanya pembicaraan kedua pemimpin negara adidaya tersebut, menunjukkan Indonesia sebagai negara yang memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian dunia.

Komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial merupakan amanat dari alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Komitmen ini senantiasa diwujudkan melalui partisipasi dan kontribusi aktif Indonesia di dalam MPP PBB.

Dalam konteks internasional, partisipasi Indonesia merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Sedangkan dalam konteks nasional, keterlibatan tersebut merupakan sarana peningkatan profesionalisme individu dan organisasi yang terlibat secara langsung dalam penggelaran operasi internasional.

Hadirnya dua pemimpin negara adidaya tersebut, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPP PWRI) Dr. Suriyanto PD, SH, MH, menunjukkan Indonesia memiliki peran strategis dalam menciptakan perdamaian dunia, sekaligus menunjukkan eksistensi dan kredibilitas Indonesia di mata dunia.

“ Pertemuan kedua pemimpin negara adidaya, tanpa ada ketegangan dimana keduanya sepakat untuk menyelesaikan masalah-masalah dengan menghindari konflik, menyiratkan pesan perdamaian dari Bali. Ini patut kita apresiasi, dan sebagai anak bangsa kita tentu berbangga, dimana Indonesia bisa memberi ruang guna terciptanya perdamaian dunia,” kata Suriyanto, melalui keterangan di Jakarta, Selasa 15 November 2022.

Suriyanto pun berharap Biden dan Xi Jinping bisa menginisiasi berbagai persoalan global, bisa ikut mendamaikan ketegangan Rusia-Ukraina maupun persoalan-persoalan global lainnya yang menjadi fokus perhatian dunia. (Maksimus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.