Seorang Ibu Warga Kedung Asem Menangis Jualannya Disita Satpol PP

Nasib Sial Seorang Ibu Warga Kedung Asem Menangis Jualannya Disita Satpol PP Surabaya
banner 120x600

SRN/SURABAYA/08-10-2022 – Vivi (40) dan Haris (45) pasangan suami istri penjual es dan kopi keliling, warga Kedung Asem Surabaya, menangis ketika dagangannya disita aparat Satuan Polisi Pamongpraja PP Pemerintah Kota (Satpol PP Pemkot) Surabaya, Kamis (6/10) siang.

Ibu ini dianggap melanggar aturan larangan berjualan siang hari di sekitaran taman Flora  jalan Manyar Surabaya.

Dari hasil pantauan www.seputarrakyatnews.com di lapangan, tampak ibu tersebut menangis sambil memohon kepada aparat agar dagangannya tidak diangkut. Namun tangisan ibu tersebut tak dihiraukan. Adu mulut dan saling dorong pun tak terhindarkan. Aparat tetap mengangkut barang dagangan ibu tersebut.

Kepada www.seputarrakyatnews.com, Vivi mengatakan, dagangannya tersebut kena razia tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari petugas Satpol PP .

“Gak ada peringatan turun langsung dicegat. Diambil semua dagangannya. Saya jualan di sini dari pagi jam 10 sampai siang,” kata Vivi.

Vivi mengaku saat jualan ada Satpol PP dilarang, ketika Satpol PP pergi baru bisa jualan.

“Satpol PP bilang gantian, sekarang Satpol PP disini, nanti kalau uda selesai Satpol PP pindah jual lagi disini gak apa-apa. Itu tadi dicegat langsung diambil dagangan saya,” ungkap Vivi. (Maksimus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.