Krisis BBM di Lembata Diduga ada Mafia yang Bermain

Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menerpa Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Antrian Tampak Sepanjang 3 Meter
banner 120x600

SRN/LEMBATA/08-10-2022 – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menerpa Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca turnamen liga 3 Memorial Eltari Cup hingga saat ini. Persediaan BBM di SPBU Lamahora amat terbatas sehingga pelayanan kepada konsumen dibatasi. Kelangkaan BBM tersebut menimbulkan kepanikan masyarakat.

Hal ini dirasakan salah satu pengendara Agata Lenggari warga Lembata mengaku, sangat sulit mendapatkan BBM. “bbm di Lembata sangat sulit didapatkan, harga eceran perbotol jadi 25 ribu kami masyarakat sangat berharap agar pemerintah bisa mengatasi kelangkaan ini. Kami khawatir kondisi ini masih berlangsung lama,” kata Agata.

Berbagai keluhan pun diluapkan masyarakat melalui Media Sosial (Medsos) yang di tujukan kepada pemerintah setempat. Seperti yang dikutip akun Facebook Yona Yosep. Dalam unggahan ia menuliskan, “Dugaan ada mafia yang bermain. Minyak habis kok di pengecer tertentu masih ada?

Ada aturan migas undang-undang tapi kok terkesan ada pembiaran, tidak ada tindak tegas mereka yang punya wewenang. Mana pemerintah, mana DPRD, mana keamanan, apa sudah sidak ke SPBU dan pedagang eceran?,” tulis akun Facebook Yona Yosep.

Sedangkan Bupati Lembata Marsianus Jawa, saat dihubungi www.seputarrakyatnews.com (SRN) meminta tanggapan terkait kelangkaan BBM, dirinya mengatakan masih berada diluar mengikuti sejumlah kegiatan.

“Tanggapi nanti saya di Lewoleba,” ungkap Marsianus. (Maksimus)

SRN/LEMBATA/09-10-2022 – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menerpa Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca turnamen liga 3 Memorial Eltari Cup hingga saat ini. Persediaan BBM di SPBU Lamahora amat terbatas sehingga pelayanan kepada konsumen dibatasi. Kelangkaan BBM tersebut menimbulkan kepanikan masyarakat.

Hal ini dirasakan salah satu pengendara Agata Lenggari warga Lembata mengaku, sangat sulit mendapatkan BBM. “bbm di Lembata sangat sulit didapatkan, harga eceran perbotol jadi 25 ribu kami masyarakat sangat berharap agar pemerintah bisa mengatasi kelangkaan ini. Kami khawatir kondisi ini masih berlangsung lama,” kata Agata.

Berbagai keluhan pun diluapkan masyarakat melalui Media Sosial (Medsos) yang di tujukan kepada pemerintah setempat. Seperti yang dikutip akun Facebook Yona Yosep. Dalam unggahan ia menuliskan, “Dugaan ada mafia yang bermain. Minyak habis kok di pengecer tertentu masih ada?

Ada aturan migas undang-undang tapi kok terkesan ada pembiaran, tidak ada tindak tegas mereka yang punya wewenang. Mana pemerintah, mana DPRD, mana keamanan, apa sudah sidak ke SPBU dan pedagang eceran?,” tulis akun Facebook Yona Yosep.

Sedangkan Bupati Lembata Marsianus Jawa, saat dihubungi www.seputarrakyatnews.com (SRN) meminta tanggapan terkait kelangkaan BBM, dirinya mengatakan masih berada diluar mengikuti sejumlah kegiatan.

“Tanggapi nanti saya di Lewoleba,” ungkap Marsianus. (Maksimus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.