Dukung Kampung Wonder Coffee Tim PKM  Unesa Beri Pelatihan kepada Wanita Tani Kopi di Jember

Dukung Kampung Wonder Coffee Tim PKM Unesa Beri Pelatihan kepada Wanita Tani Kopi di Jember
banner 120x600

SRN/SURABAYA/28-09-2022 – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan bertajuk pemberdayaan Wanita Tani Kopi melalui Pembentukan Kampung “Wonder Coffee” di Dusun Durjo Kabupaten Jember pada hari Sabtu – Minggu (24-25/9) kemarin.

Mereka yang terlibat dalam kegiatan itu adalah dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yaitu diketuai oleh Rediyanto Putra,SE., MSA dan beranggotakan Moh. Danang Bahtiar, S.Pd., M.Pd., Paramitha Nerisafitra, S.ST., M.Kom, dan Ambar Kusumaningsih, SE., Ak., M.A. Tim PKM tersebut memberikan pelatihan selama 6 bulan mulai dari Juli sampai  Desember 2022 dengan beberapa materi tentang teori kewirausahaan, teori informasi teknologi dan teori produk olahan kopi.

Ketua Tim PKM Unesa, Rediyanto Putra mengatakan bahwa memilih kabupaten Jember sebagai sasaran pengabdian kepada masyarakat karena kabupaten ini mengalami perkembangan produksi kopi di Jatim pada tahun 2017 paling signifikan dengan pertumbuhan lebih dari 4x lipat yaitu dari 4.000 ton per tahun menjadi 18.000 ton per tahun.

“Perkembangan pertumbuhan kopi di Jember semakin tinggi karena semakin banyak usaha tani kopi yang berkembang di Kabupaten Jember dalam menghasilkan produk kopi bubuk,”kata Rediyanto dalam keterangan tertulis diterima redaksi, Senin (26/9) hari ini.

Redi menjelaskan bahwa kelompok usaha tani kopi mengalami produksi dalam jumlah yang besar adalah kelompok usaha tani kopi Sumber Kembang Jember.

“Usaha tersebut memiliki potensi dan keunggulan untuk mengalami perkembangan dalam usahanya. Selain itu, Tim PKM ini memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang gabung di kelompok tani kopi masih belum memiliki tingkat ekonomi baik,”jelas dia.

Menurut dia, ibu-ibu kelompok tani ini dijadikan sebagai pekerjaan pengolahan hasil biji kopi menjadi pekerjaan utama, padahal proses pengolahan kopi hanya terjadi saat musim panen saja yaitu setahun dua kali.

“Dengan demikian, ketika tidak berada pada musim panen maka wanita tani ini tidak mempunyai pekerjaan lainnya. Selain itu, kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja mitra juga masih perlu ditingkatkan untuk menunjang proses produksi yang lancar dan baik,”tutur Rediyanto.

Rediyanto menuturkan bahwa pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha wanita tani, kebersihan, dan kesehatan lingkungan kerja mitra.

“Kegiatan ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi wanita tani kopi dengan melakukam ekspor produk kopi dan lainnya,”pungkasnya. (AgusB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.