Dua Pesan Ketua PCNU Sidoarjo untuk Kader NU Menjaga Ideologi dan Bergerak di Media Masa

Dua Pesan Ketua PCNU Sidoarjo untuk Kader NU Menjaga Ideologi dan Bergerak di Media Masa,Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' (PCNU) Sidoarjo, KH. Zainal Abidin
banner 120x600

SRN/KREMBUNG-SIDOARJO/18-09-2022 – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Sidoarjo, KH. Zainal Abidin berpesan kepada seluruh kader Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, mulai cabang hingga ranting agar senantiasa tetap solid, militan dan bangga menjadi bagian dari kader Nahdlatul Ulama’,  yang merupakan organisasi yang sudah mendunia dan selalu ada dimana-mana.

Hal tersebut disampaikan Kang Zainal, sapaan akrabnya saat mengisi kegiatan Lailatul Ijtimak Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWC NU) Krembung di Masjid Babussalam Ibrahim Desa Keper pada Sabtu malam (17/09).

Dihadapan seluruh jamaah dan jam’iyah kader NU dari MWC dan Ranting, seperti Muslimat, Fatayat , Ansor , Banser, IPNU-IPPNU yang hadir pada acara tersebut Kang Zainal berpesan agar kader NU di krembung harus terus bergerak dan menggerakkan. Karena memang pertumbuhan dan perkembangan NU itu sangat dinamis sekali, mau tidak mau segenap pengurus dari semua tingkatan harus segera menata diri, mengejar ketertinggalan dari yang lain, baik dari segi kegiatan amaliyah NU maupun hal-hal lain yang menjadi kewajiban pengurus NU untuk berkhidmah secara maksimal.

“Apreasiasi yang luar biasa, termasuk malam hari ini yang sedang melaksanakan Lailatul ijtimak yang menjadi kegiatan rutinitas dan ciri khas NU sebagai media untuk sambung menyambung program antara MWC NU dengan kepada NU. Sehingga jika ini terus dilakukan sinergi dan kolaborasi maka program dari PCNU juga akan bisa disambung dan dijalankan dengan baik dan sistematis,”  ungkap Abah Zainal

Program dari PCNU yang kini sedang digagas adalah kemandirian ekonomi melalui program madrasah membangun madrasah, Masjid membangun masjid.

“Artinya diseluruh madrasah yang berafiliasi dengan pendidikan Ma’arif, semua peserta didik akan berkontribusi berupa I’anah syahriah dua ribu rupiah  yang akan dikelola oleh tim tangguh yang kemudian akan memilih dan mencari tempat untuk dijadikan madrasah. Khususnya di daerah perumahan, akan kita beli kaplingan dan dirikan madrasah dan masjid melalui iuran tersebut,” papar Kang Zainal

Lebih lanjut mantan Ketua KPU Sidoarjo tersebut menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah persoalan pertarungan ideologi.

“Kelompok sepeti HTI, Salafi dan sebagainya itu kan selalu bergerak masif, pergerakan mereka luar biasa. Maka kader NU harus melakukan antisipasi penguatan ideologi ahlussunah Waljajmah dimasing-masing ranting hingga masuk kerumah tangga masing-masing,” Ujar Dosen IAI Al Khoziny Sidoarjo tersebut

Adapun tantangan yang kedua bagi kader NU menurut Kang Zainal sapaan akrabnya adalah semakin berkembangnya sains dan teknologi di dunia maya dan media massa, maka kader NU tidak boleh ketinggalan.

“Maka Kader NU yang mempunyai kepiawaian dan pengetahuan tentang media masa harus juga bergerak cepat menandingi kelompok-kelompok seperti mereka yang media dakwahnya adalah media massa. Kita ini jumlahnya banyak tapi masih belum mampu mengelola kemampuan dunia maya sebagai jalan media dakwah,. Kedepan teman-teman kader harus mampu mengantisipasi terhadap gerakan gerakan dari kelompok sebelah yang ingin merobohkan dan melakukan perlawanan terhadap Nahdlatul Ulama’,” imbuhnya. (Wa2N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.