Inilah Besaran Biaya Tilang Pengendara Motor Bila Melanggar Lalu Lintas

Petugas Kepolisian Sedang Melaksanakan Penertiban Lalu lintas Pada Pengguna Kendaraan
banner 120x600

SRN/SURABAYA/08-09-2022 – Permasalahan atau kekuatiran para pengguna kendaraan motor di Jalan Raya, Salah satu hal yang paling dikhawatirkan adalah pengendara motor biasanya terkena tilang Polisi.

Disini terkadang para pengguna kendaraan bermotor, terutama pengendara  sepeda motor,  kerap merasa mereka telah mematuhi aturan lalu lintas. Namun, terkadang mereka lupa, atau khilaf bisa saja terjadi bila sudah berkendara di Jalan Raya.

Singkatnya, pembaca SRN (seputarrakyatnews) Mania, yang tak pernah ditilang atau sudah pernah terkena operasi  tilang, sejatinya harus terlebih dahulu mengetahui prosedur bagaimana  penilangan, yang baik dan benar.

“Ketika ditilang petugas  Polisi, yang sedang bertugas akan wajib menyapa dengan sopan,  serta menunjukan jati diri dengan jelas,” menurut aturan atau SOP yang berlaku dikepolisian.

Saat dihampiri petugas Polisi, biasanya mereka akan menerangkan kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, termasuk pasal berapa yang telah dilanggar?, dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar..

Setelah itu, petugas akan memberikan pilihan kepada pelanggar untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di bank, lalu mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian.

Atau, bisa juga menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah.

Di pengadilan nanti, hakim akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak, dengan mendengarkan keterangan dari Polisi bersangkutan dan pelanggar dalam persidangan di Kehakiman setempat, pada waktu yang telah ditentukan. Biasanya 5-10 hari kerja dari tanggal pelanggaran.

JIka tak ikut sidang di pengadilan, para pembaca SRN (seputerrakyatnews) Maniak,  juga bisa mengambil barang yang disita di Kejaksaan Negeri. Adapun jenis macam pelanggaran dan besaran denda tilang.

Sanksi pelanggaran lalu lintas di Jalan Raya berbeda-beda. Namun berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, besar denda tilang di kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Petugas Sedang Memberi Bukti Atas Pelanggaran Pada Pengguna Kendaraan Yang Melanggar

Nah, berikut ini beberapa pelanggaran yang sering dilakukan pengendara bermotor, termasuk besaran biaya tilangnya.

1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 288 ayat 2).

3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 280).

4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 285 ayat 1).

5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 285 ayat 2).

6. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 287 ayat 1).

7. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 288 ayat 1).

8. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 291 ayat 1).

9. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat 1 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 293 ayat 1).

10. Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15  hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu. (Pasal 293 ayat 2).

11. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 294).

Perlu dicatat, denda berupa uang yang disebutkan di atas biasanya dikenakan maksimal oleh petugas polisi. Namun hasil akhirnya bisa saja lebih rendah jika hakim sudah memutuskan. 

Maka dari itu pembaca SRN (seputarrakyatnews) Maniak, mari kita budayakan tertib berlalu lintas dijalan raya, patuhi aturan berlalu lintas, dan hargai juga para pengguna jalan lainnya. Mari tertib berlalu lintas, sayangi jiwa anda. (Satriya/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.