Budaya  

Sate dan Gule Sang Legendaris Bang Saleh

Sate dan Gule Sang Legendaris Bang Saleh
banner 120x600

SRN/MALANG – Kepulan asap tidak kunjung berhenti menyembul dari depan sebuah warung sederhana membuat penasaran yang melewati di Jalan Ade Irma Suryani. Warung tersebut bernama Warung Sate dan Gule Bang Saleh, yang merupakan salah satu warung sate dan gule legendaris di Kota Malang yang berdiri sejak tahun 1984-hingga sekarang. (11/8)

Warung Sate dan Gule Bang Saleh didirikan oleh Pak Saleh. Awalnya ia membuka warung tenda di perempatan Kasin. Sejak tahun 1984, ia mulai menempati kios yang sampai sekarang tidak diubah interiornya karena untuk mempertahankan kesan legendaris.

Tentunya tidak cuma mempertahankan resep masakan saja. Kamipun juga berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankan nuansa warung ini seperti waktu tahun 1984 didirikan, dari zaman saya masih sekolah, ujar Yahya, putra dari Pak Saleh yang saat ini mengelola warung sepenuhnya.

Pertama kali, warung sate ini hanya menyajikan menu sate dan gule kambing saja. akan tetapi, dengan seiring berjalannya waktu, berbagai menu mulai ditambah, seperti sate ayam, krengsengan, dan nasi kebuli. Walau begitu, (Putra pak saleh, Red) Yahya memastikan, bumbu dan resep yang digunakan masih sangat otentik seperti saat ayahnya dulu masih aktif berjualan. Konsistensi rasa yang tidak berubah sedikitpun sejak dahulu-hingga sekarang yang membuat para pelanggan selalu setia kembali berkunjung ke warung, Ucapnya.

Banyak pilihan sate kambing di warung ini pun terdiri dari dua pilihan yaitu dengan lemak atau tanpa lemak. Dalam seporsi piring, dan pastinya akan tersaji sepuluh tusuk sate dengan potongan yang besar. Bumbu kacangnya akan otomatis tersaji sebagai tambahan bumbu sate dengan tambahan irisan bawang merah. Walau begitu, tanpa tambahan bumbu kacang pun, akan menemukan cita rasa yang lezat dalam setiap gigitan satenya.

Sebelum dibakar, sate kami rendam dulu dengan bumbu rempah. Jadi satenya sudah enak walau belum ditambah bumbu kacang, kata Yahya, yang mengaku dalam satu hari bisa menjual hampir 2.000 tusuk sate.

Selain sate, juga menu lain yang wajib di coba coba di warung ini adalah gulai kambing. Semangkuk gulai terdiri dari beberapa potongan daging kambing yang cukup besar tentunya dengan kuah yang sangat segar. Jika datang di akhir pekan, warung ini juga menyajikan menu nasi kebuli  dengan menu krengsengan kambing sebagai lauk pendampingnya.

Pastinya harga satu porsi makanan-makanan tersebut bisa didapat mulai dari harga Rp22.000,00 hingga Rp55.000,00. Selain disajikan porsian, Sate dan Gule Bang Saleh ini juga dijual dalam porsi besar juga yang biasanya digunakan untuk acara-acara besar seperti pernikahan dan juga khitanan.

Warung Sate dan Gule Bang Saleh buka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Selain di Jalan Ade Irma Suryani, warung ini juga membuka cabang di Jalan Sarangan, Kota Malang.

Apabila tidak bisa mengunjungi kedainya secara langsung, juga bisa memesan menu-menu tersebut di layanan pemesanan makanan online. Sementara untuk pembayaran, warung sate ini sudah mengaplikasikan layanan pembayaran dengan menggunakan QRIS untuk semua dompet pembayaran. (A.Holil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.