Puluhan Tahun Berdiri Reog Gubeng Kertajaya Tidak Diperhatikan Pemerintah Kota Surabaya

Seniman Reok Gubeng Surabaya, mengangkat Nama Kota Surabaya dengan Segudang Prestasi
banner 120x600

SRN/Surabaya – Sanggar Dwi Budoyo, Jalan Gubeng Kertajaya  RT 8/RW3 Gang V, Surabaya, yang sekian tahun berdiri tidak diperhatikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sanggar Dwi Budoyo, yang beranggotakan 40an orang melakukan giat latihan Reog selalu dipinggir Jalan, karena tidak ada dasilitas tempat yang dimiliki atau disediakan.

Ketua Sanggar Dwi Budoyo, Agus Supriyadi mengatakan, “tarian Reog khususnya di Wilayah Gubeng Kertajaya, sudah ada puluhan tahun berdiri, tapi tidak fasilitas tempat untuk latihan yang disediakan dari Pemerintah Kota atau para pengurus kamping”.

Saat Tampil di Opera Van Java

Selama ini mereka hanya latihan dipinggir jalan. Pihaknya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bisa memfasilitasi tempat untuk latihan tarian Reog, karena sudah puluhan tahun mereka hanya berlatih dipinggir jalan.

“Kami sangat berharap Pemkot Surabaya memfasilitasi tempat untuk latihan kami, karena selama ini kami hanya latihan di pinggir jalan, disebabkan tidak ada tempat yang disediakan,” kata Agus, saat diwawancarai oleh media SRN.

Para Seniman Reok Gubeng Saat di Temui Media SRN di Lokasi Latihannya

Diketahui kesenian Tarian Reog Sanggar Dwi Budoyo ini, dulu sering diundang mengisi berbagai event dan mereka juga pernah memiliki prestasi, salah satunya pernah mengikuti ajang Indonesia Talent pada tahun 2014, dan prestasi prestasi lainnya, dari sini  berhasil membuat publik terpukau akan penampilan mereka, yang dengan apa adanya tetapi bisa mengukir prestasi yang cukup baik dan serta menganggkat nama Kota Surabaya.

Pada kesempatan media SRN (seputarrakyatnews) mendatangi lokasi tempat para seniman ini di lokasi latihan, tampak anak anak muda ikut berlatih menari dan bermain music gamelan, ini menandakan masih ada dara seni dan kepedulian para generasi muda untuk mempelajari akan kesenian local.

Kuswanto anggota pecinta tarian Reog, sekaligus peserta Reog yang ikut dalam ajang Indonesia Talent menceritakan, “ Ia bersama teman-temannya tampil di Indonesia Talent menunjukan kecintaan mereka pada budaya, karena melihat zaman sekarang budaya semakin pudar dengan adanya perekembangan teknologi dan budaya luar”.

Anak Didik Para Seniman Reok Gubeng Melakukan Latihan Tarian di Pinggir Jalan Kertajaya, Tetap Mereka Tampak Antusias dan Semangat Mengikuti Latihan Demi Melestarikan Budaya Bangsa Indonesia

“Kecintaan kami terhadap Reog itu sudah sangat menyatu, kami ingin menunjukan kepada publik bahwa budaya harus dikembangkan dijaga dan dirawat. Apa lagi tarian Reog pernah diklaim milik Malaysia. Jadi kami tetap akan jaga tarian ini sampai generasi anak cucu kami,” ungkap Kuswanto.

Lanjut Kuswanto, harapan kami semoga Pemerintah setempat dapat memerhatikan, meskipun kelompok kami tidak tergabung dengan komunitas lain yang sudah mempunyai legalitas.

“Kami berharap semoga pemerintah setmpat bisa melihat dan memerhatikan, karena tujuan kami untuk mengembangkan budaya, agar regenerasi mendatang dapat meneruskan tarian Reog ini,” ujarnya. (Maksimus/Riski/Sugeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.