Nilai Askab PSSI Flotim Tidak Becus Agotugu FC Mundur Dari Piala Bupati

banner 120x600

SRN/Flores Timur – Askab PSSI Kabupaten Flores Timur (Flotim), dinilai tidak becus terhadap team sepakbola Agotugu Fc Desa Pepak Geka, Kecamatan Kelubagolit, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang resmi mengundurkan diri dari Turnamen Piala Bupati Devisi Utama Askab PSSI Flotim, pada Rabu (3/8).

Pernyataan sikap pengunduran diri Kesebelasan Agotugu Fc ini, dibacakan secara langsung oleh Yoseph Kraman Kopong Ola, dihadapan Rivalnya, Bon Kota Waiwerang dengan memberikan kemenangan sepenuhnya, saat sebelum Kick Off pertandingan dimulai.

Diketahui dalam isi surat nomor: 009/AGTFC/PG/VIII/2022, team Agotugu Fc tidak melanjutkan sisa waktu pertandingan babak 8 besar, Devisi Utama Askab PSSI Kabupaten Flotim 2022.

Adapun beberapa alasan team Agotugu Fc mengundurkan diri dari Devisi Utama Askab PSSI, Kabupaten Flotim ;

1. Kekecewaan pihak Agotugu Fc terhadap ASKAB PSSI Kabupaten Flores Timur yang tidak tegas dalam menegakan Regulasi Kompetisi Devisi Utama ASKAB PSSI Flores Timur Tahun 2022 yang telah dibuat oleh ASKAB PSSI Flores Timur dengan berpedoman pada Kode Disiplin PSSI 2018 yang telah disepakati bersama.

2. Ketidakpuasan Agotugu Fc terhadap Surat Keputusan Komisi Disiplin nomor 03/Komdis.AF/VII/2022, tentang Penolakan Protes dari Tim Agotugu dan Surat Keputusan Komisi Banding nomor : 02/Kep-KOMBAN-AF/VIII/2022, tentang Penolakan Banding Tim Agotugu terhadap Surat Keputusan Komisi Disiplin ASKAB PSSI Flores Timur nomor : 03/Komdis.AF/VII/2022 tertanggal 26 Juli 2022.

3. Isi protes yang disampaikan adalah :

* Suporter Bon Kota Fc memasuki lapangan pada saat pertandingan sedang berlangsung; tindakan tersebut menyalahi regulasi Devisi Utama ASKAB PSSI Flores Timur 2022 Pasal 36 ; yang secara jelas menyebutkan “ setiap orang yang melakukan tingkah laku buruk dengan memancing atau memprovokasi masyarakat ketika pertandingan sedang berlangsung diberikan sanksi skors sampai selesai kompetisi.”

Hal ini dipertegas lagi dengan Kode Disiplin PSSI Tahun 2018 Pasal 70 ayat 1 yang menyebutkan “ Tingkah laku buruk yang dilakukan oleh penonton merupakan pelanggaran disiplin. Tingkah laku buruk penonton termasuk tapi tidak terbatas pada; kekerasan kepada orang atau obyek tertentu, penggunaan benda-benda yang mengandung api atau dapat mengakibatkan kebakaran ( kembang api, petasan, bomb asap, suar dan sebagainya).

Penggunaan alat lasser, pelemparan misil, menampilkan selogan yang bersifat menghina, berbau keagamaan/ religius atau terkait isu politik tertentu, dalam bentuk apapun ( secara khusus ,memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut choreo atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung), menggunakan kata-kata atau bunyi-bunyian, yang menghina atau melecehkan atau memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana”.

Terhadap point protes tersebut diatas pihak Komisi Disiplin dan Komisi Banding tidak memperhatikan pasal tersebut diatas dalam mengambil keputusan.

*Penolakan Pihak Bon Kota Fc terhadap Kesepakatan yang telah dibuat antara Pelatih dan Kapten dari kedua tim; yakni pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti. Dan selanjtunya meninggalkan lapangan pertandingan.

*Pemain tidak sah atas nama Indra Muhammad ( Pires )

Fakta persidangan yang diikhlaskan ketua Askab PSSI Flotim, bahwa pemain tersebut tidak memiliki dokumen surat pengunduran diri dari Askab PSSI Flores Flotim, yang mana dokumen tersebut menjadi syarat mutlak keabsahan seorang pemain.

Hal tersebut berkontradiksi dengan regulasi Askab PSSI Kabupaten Flotim Tahun 2022, Pasal 24 tentang dokumen pendaftaran pemain; Ayat 2 yang berbunyi :” Dokumen yang harus diserahkan untuk pendaftaran pemain adalah sebagai berikut :

a. Formulir pendaftaran individual

b. Formulir data diri pemain

c. Salinan ( sesuai dengan asli ) KTP

d. Surat pernyataan pemain lama dari Klub ( bagi pemain lama )

e. Surat keluar pemain dari klub asal bagi pemain baru

f. Surat permohonan menjadi pemain (bagi pemain baru )

g. Surat penerimaan sebagai pemain dari klub ( bagi pemain baru )

4. Adapun pertimbangan lain yakni :

Untuk menghindari timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan dalam kelanjutan pertandingan antara Agotugu Fc dan Bon Kota Fc, sekaligus menjaga marwah kompetisi Devisi Utama Askab PSSI Flores Timur Tahun 2022. Maka ini merupakan keputusan yang dapat kami ambil, mengingat Agotugu Fc masih dalam naungan Askab PSSI Flotim.

Pada tempat terakhir, kami atas nama Keluarga Besar Agotugu Fc menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh klub sepak bola yang tergabung dalam naungan ASKAB PSSI Flores Timur, terkhusus kepada tujuh tim delapan besar Devisi Utama ASKAB PSSI Flores timur Tahun 2022, atas penundaan jadwal pertandingan yang seharusnya sudah digulirkan namun terhambat oleh persoalan yang sedang kami hadapi.

Terkait protes team Agotugu Fc, Ketua Askab Flotim, Yosep Tua Dollu, mengatakan Komisi Banding (Komban) Askab PSSI Flotim sudah mengeluarkan keputusan final saat banding yang dilayangkan pihak team Agotugu FC beberapa yang waktu lalu.

Dalam Surat Keputusan (SK) dengan Nomor: 02/Kep-KOMBAN-AF/VIII/2022, Komban Askab PSSI Flotim secara tegas menolak SK Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Flotim Nomor: 03/Komdis-AF/VII/2022 tentang Surat Pengajuan Protes Manajer Tim Agotugu FC.

“Keputusan Komisi Disiplin kan sudah keluar, saat mendapatkan surat pengajuan protes dari Manajer Agotugu FC, pihak Komban Askab PSSI Flotim kemudian melaksanakan sidang banding yang digelar pada Minggu 31 Juli 2022 kemarin. Sidang tersebut dengan melibatkan Ketua Askab PSSI Flotim, Ketua Panitia Divisi Utama Askab PSSI Flotim, Ketua Seksi Pertandingan Divisi Utama, Pengawas Pertandingan Agotugu FC vs Bon Kota FC (hadir secara virtual), Manajer dan Official Bon Kota FC dan Agotugu FC,” kata Yosep.

Lanjut Yosep, regulasi lain yang menjadi dasar keputusan Komban Askab PSSI Flotim,  yakni Statuta PSSI Flotim Tahun 2019 dan SK Nomor: 001/PSSI-NTT/KEP/2020.

“Berdasarkan regulasi dan keputusan itu, Komban Askab PSSI Flotim memerintahkan kepada panitia kompetisi untuk melanjutkan pertandingan antara Agotugu FC vs Bon Kota FC sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ungkap Yosep.

Di tempat terpisah, banyak masyarakat memberi pandangan negatif dan menohok pada Askab PSSI Flotim mengapa aturan yang sudah ada bukannya di tegakan tapi malah di negosiasikan dengan keputusan pertandingan lanjut dan lain-lain. Kedepan Sepak bola Flores Timur akan rusak kalau aturan selalu di permainkan oleh penyelenggara.

“Askab PSSI Flotim layak di bekukan, apalagi lembaga ini menggunakan uang daerah, uang rakyat. Perlu di audit,” tegas beberapa pemerhati sepak bola yang tidak mau di sebut namanya. (Maksimus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.