Budaya  

Tenun Indah Pakaian Adat Manggarai dan Rote NTT Hiasi Acara Doa Bersama di Surabaya

Tenun Indah Pakaian Adat Manggarai dan Rote NTT Hiasi Acara Doa Bersama di Surabaya

SRN/SURABAYA – Acara doa bersama bertajuk Persatuan Nusantara Satu Rasa, di Rumah Joglo (Rumah Tradisional Jawa) ,  Jalan Ir Soekarno 678, Merr Gunung Anyar Surabaya, Senin (1/8).

Menampilkan ragam pakaian tenun adat indah dari berbagai Plosok Nusantara, yang dikenakan oleh orang-orang saat datang ke acara tersebut, sebagai suatu simbol Kebudayaan Adat.

Acara doa bersama tersebut juga dihadiri berbagai perwakilan seluruh Nusantara, salah satunya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Yetty Indrawati Nillu dan Joan Charlotte Angelie yang saat itu hadir dan mengenakan pakaian Adat Khas NTT dari Manggarai dan Rote, yakni sarung dan selendang serta topi yang juga memiliki makna tersendiri. Saat ditanya keduanya adalah utusan dari Organisasi Flores Bersatu Indonesia Surabaya (FBI).

“Kami diutus dari Organisasi Flores Bersatu Indonesia untuk mewakili NTT , diacara Doa Persatuan Nusantara Satu Rasa, dan untuk pakaian yang kami kenakan ini, adalah pakaian Adat Khas dari Manggarai dan Rote,” ungkapnya.

Yetty menjelaskan, soal proses menenun masyarakat NTT sendiri merupakan, kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin.

“biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dari akar-akar pohon dan ada pula yang menggunakan dedaunan,” katanya.

Yetty berharap , agar kedepannya  NTT bisa lebih aktif mengambil bagian, atau ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di Kota Surabaya.

“NTT harus lebih aktif lagi terlibat, dalam setiap kegiatan yang diadakan, karena disitulah momentum kita menunjukan kualitas budaya kita,” ungkapnya

Sedangkan Joan Charlotte Angelie  mengatakan, acara doa bersama ini merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa bernegara, yang diselenggarakan oleh berbagai kalangan.

“Beragam kegiatan (multievent) yang berpuncak pada upacara Proklamasi 17 Agustus mendatang, untuk mengenang jasa pahlwan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan, semoga nanti puncaknya ada parade pameran budaya pakaian adat” ujarnya. (Maksimus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.