Jatuh Dua Kali Bagnaia Juara di Assen

Pembalap Ducati Fransesco Bagnaia. (Foto: MotoGP.com)
Pembalap Ducati Fransesco Bagnaia. (Foto: MotoGP.com)
banner 120x600

SRN/BELANDA – Pembalap Ducati Fransesco Bagnaia menjadi pembalap pertama yang bisa menang di Sirkuit Assen, Belanda, dalam 14 tahun sementara pemimpin klasemen Fabio Quartararo jatuh dalam balapan yang dramatis, Minggu (26/6).

Dalam peringkat dua klasemen pembalap Aleix Espargaro yang terlibat dalam insiden bersama Quartararo, akhirnya bisa finis keempat dan memangkas jarak di klasemen menjadi 21 poin dari sebelumnya 34.

Sementara pembalap Rookie MotoGP Marco Bezzecchi meraih hasil terbaik dalam karirnya dengan finis kedua yang pasti membuat bangga pemilik tim Mooney VR46, Valentino Rossi.

Sementara podium ketiga diraih oleh pembalap Maverick Vinales, untuk melengkapi kisah heroik tim Aprilia Racing dalam balapan tersebut, setelah aksi luar biasa yang ditunjukkan Espargaro.

Sempat tertinggal dalam posisi 15, karena terjebak gravel setelah bertabrakan dengan Quartararo, Espargaro mampu kembali ke trek dan melanjutkan balapan, menyalip satu demi satu lawan di depannya.

Dia sangat layak mendapat penghargaan man of the race karena di tikungan terakhir putaran terakhir, Espargaro melibas dua pembalap sekaligus yaitu Brad Binder (Red Bull KTM) dan Jack Miller (Ducati Lenovo) untuk makin memperkecil jaraknya dari puncak klasemen.

Bila kalau balapan itu ditambah satu putaran lagi, mungkin pembalap veteran itu akan finis di atas podium.

Bagnaia mengakhiri dominasi Yamaha dan Honda di Sirkuit Assen sejak 2009 dan menang secara meyakinkan dari pole position, setelah sebelumnya juga memecahkan rekor waktu putaran di sirkuit legendaris tersebut.

Pembalap Ducati sebelum dia yang menang di Assen adalah Casey Stoner pada musim 2008.

Quartararo yang tidak pernah gagal mendapat poin dan tidak pernah jatuh dalam balapan musim ini sebelum Grand Prix Belanda akhirnya jatuh juga, bukan hanya sekali tetapi dua kali.

Pertama ketika dia mencoba menyalip Espargaro untuk merebut posisi dua di tikungan kelima. Si pembalap Aprilia seperti membuka pintu bagi Quartararo, tetapi kemudian menutupnya ketika mereka berdua sudah berdampingan.

Di pihak lain, Quartararo kehilangan kendali ban depan sehingga jatuh dan terjepit motornya sendiri, menyeret motor Aprilia dan penunggangnya ke gravel.

Espargaro bisa tetap di atas motor dan melanjutkan lomba. Dia menjadi satu-satunya pembalap MotoGP musim ini yang belum pernah kehilangan poin sekali pun.

Quartararo juga melanjutkan balapan di posisi terakhir, lalu masuk pit untuk berkonsultasi dengan timnya dan kembali ke trek.

Pada putaran ke-14, seperti ada masalah pada motornya dan dia kembali jatuh terpelanting, lagi-lagi di tikungan lima. Untungnya dia bisa bangkit dan tidak mengalami cedera serius.

Usai balapan, secara sportif Quartararo menuju ke garasi Aprilia untuk menyalami dan meminta maaf pada Espargaro.

Pembalap Pramac Racing Jorge Martin yang start dari posisi tiga akhirnya hanya bisa finis di urutan tujuh.

Duo Suzuki Ecstar Joan Mir dan Alex Rins berturut-turut finis ke-8 dan ke-10 sementara di antara mereka berdua terdapat pembalap Red Bull KTM Miguel Oliveira. (Di2Mus)

Sumber: Berita satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.