Hukum  

Divonis 12 Tahun Penjara Atas 2 Kasus Korupsi, Alex Noerdin Ajukan Banding

Mantan Gubernur Sumsel periode 2008-2018 Alex Noerdin saat dihadirkan di pengadilan Negeri Palembang untuk menjalani tiga sidang sekaligus, Selasa (17/5/2022).
banner 120x600

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengajukan banding atas vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan ketua mejlis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Palembang Yose Rizal. Dia dijatuhi vonis tersebut atas dua perkara korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya serta pembelian gas bumi oleh oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Pernyataan banding dikatakan Alex dan kuasa hukumnya, setelah sidang vonis terhadap Alex selesai dibacakan ketua Majelis Hakim.

“Kami menyatakan banding, karena tidak ada bukti klien kami menerima uang yang dituduhkan oleh JPU,” kata Kuasa Hukum Alex Noerdin, Waldus Situmorang. Waldus menjelaskan, ketua Majelis Hakim pun sepakat bahwa Alex tak terbukti menerima aliran dana apapun terkait kasus korupsi Masjid Sriwijaya serta pembelian gas Bumi PDPDE. Sebab, hakim tak mengenakan Alex pidana tambahan seperti dalam tuntutan yang diajukan JPU pada beberapa waktu lalu.

JPU saat itu, menuntut Alex dengan mengenakan pidana tambahan berupa denda Rp 2,1 miliar dan 30,2 juta dolar AS untuk kasus PDPDE dan Rp 4,8 miliar untuk kasus Masjid Raya Sriwijaya.

Jika denda itu tak dibayar, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 10 tahun. “Beliau tidak mendapat uang sepeser pun. Hakim juga sepekat dengan ini, dimana pidana tambahan tidak diberikan,” tegas Waldus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.